Sering Dikira Maag, Apa Itu Penyakit Dispepsia?

Ada banyak jenis penyakit yang ada di dunia ini seperti penyakit Dispepsia ini. Penyakit ini sendiri ternyata memang dikira sama dengan penyakit maag. Hal ini tidak lain karena gejala dan penyebab dari penyakit ini memang mempunyai kemiripan. Padahal jika anda lihat lebih detail lagi maka anda akan menemukan sejumlah perbedaan dari kedua penyakit ini.

 

Kondisi seperti ini sebenarnya sangat umum terjadi pada siapapun dan usia berapapun. Penyakit ini sendiri biasanya ditangani dengan cara mengurangi faktor risiko dari penyakit ini. Untuk lebih jelasnya, maka anda bisa langsung mendapatkan konsultasi dari dokter. Untuk lebih jelasnya maka anda bisa langsung menyimak ulasan dibawah ini.

Apa itu penyakit dyspepsia

Sebagian besar dari anda tentu masih bertanya-tanya apa itu penyakit dyspepsia bukan? Nah ini merupakan sakit perut tanpa adanya luka dan biasanya juga tidak sertai dengan penyebab yang jelas. rasa sakit pada perut tersebut sangat umum terjadi bahkan dalam jangka waktu yang panjang. Sakit perut tanpa luka ini sendiri memang mempunyai kemiripan dengan ulkus lambung terutama pada gejala-gejalanya.

Beberapa ciri-ciri yang bisa mengindikasikan penyakit dyspepsia ini diantaranya adalah munculnya sensasi terbakar dan perasaan yang tidak nyaman yang terjadi pada perut atas hingga dada bawah. Kadang mereda dan kadang akan kembali lagi. Seorang pasiennya biasanya juga akan merasa kembung, bersendawa terlalu sering, cepat merasa kenyang hingga rasa mual.

Kapankah harus ke dokter?

Penyakit ini sendiri bisa dibilang sebagai penyakit yang tidak boleh anda remehkan begitu saja. Untuk itulah, anda wajib mengetahui kapankah waktu yang tepat anda harus pergi ke dokter? Nah waktu yang tepat ketika anda pergi ke dokter adalah apabila anda sudah menunjukkan beberapa gejala seperti muntah darah, sesak napas, feses yang berubah warna jadi gelap hingga rasa nyeri yang menjalar ke rahang.

Sedangnya penyebab dari penyakit ini sendiri belum jelas. hanya saja, dokter sepakat apabila penyakit ini sebagai gangguan fungsional dan tidak selalu disebabkan oleh penyakit tertentu. Inilah mengapa penyakit ini sering disebut dengan dyspepsia fungsional.

Bagaimana diagnosa dan pengobatan penyakit ini?

Jika anda ingin mengetahui bagaimana diagnosis dan pengobatan dari penyakit ini maka ada baiknya anda segera memeriksakannya ke dokter. Dokter sendiri akan langsung melakukan pemeriksaan secara fisik dengan melakukan serangkaian tes. Adapun tes yang dilakukan antara lain adalah sebagai berikut

  • Tes darah dimana tes ini akan membantu dokter untuk melakukan eleminasi kemungkinan penyakit lain yang menyebabkannya
  • Tes bakteria, tes yang dilakukan untuk melihat bakteri yang bisa memicu gangguan pada perut.
  • Selain itu juga penggunaan scope untuk mengetahui bagaimana kondisi sistem pencernaan.

Demikian sekilas informasi seputar penyakit dyspepsia ini. Sudah seharusnya anda tidak boleh menganggap remeh penyakit yang satu karena jika dibiarkan akan menyebabkan sejumlah gangguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *